Tears Rasuluallah

Suddenly, from outside the door heard a man who shouted greetings. 'Can I come in? " he asked. But Fatimah did not admit him, 'Forgive, my father had a fever. " Fatima said that turn around and shut the door.

Then he returned with his father who was already opened his eyes and asked Fatimah, 'Who is it, O my son? " 'I do not know my father, people just like this once I saw him,' Fatimah said gently.

Then, Rasulullah looked at his daughter with a thrilling sight. It was as if a portion for his son's face portion would be remembered. 'You know, it was he who abolished temporary enjoyment, he who separates the meeting in the world. He is malaikatul death, 'said the Messenger of Allah, Fatimah was holding her crying blow. Angel of death came over, but Rasulullah asked why Jibril did not come together with him.

Then Gabriel dipanggilah previously been prepared in the skies of the world welcomes the spirit of love of God and the ruler of this world. 'Jibril, explain what my rights before God? " Ask Rasululllah with a very weak voice. 'The doors of heaven have been opened, the angels have been waiting for your soul.

All of heaven wide open waiting for your arrival, 'said Gabriel. But that did not make Rasulullah relief, his eyes still full of anxiety.

'You are not happy to hear this khabar? " Gabriel asked again. 'Preached to me how the future fate of my people? " 'Do not worry, O Messenger of Allah, I never heard God said to me:' Kuharamkan heaven for anyone, except the people of Muhammad had been in it, 'said Gabriel.

The countdown got closer, it's time Azrael perform the task. Slowly pull the spirit of the Prophet. It seemed the whole body covered in sweat Prophet, his neck muscles tightened. "Jibril, how pain this death's door."

Slowly Messenger of woe. Fatimah closed, Ali is at his side looked more deeply and Jibril turned away. 'Jijikkah you see me, until you palingkan Gabriel your face? " Rasulullah asked the angel of revelation introduction. 'Who could, seeing death snatched away the beloved of Allah,' said Gabriel. A moment later heard the Messenger of woe, because of unbearable pain again. 'O Allah, terrible nian death, the punishment of death inflicted all this just me, but not on my people. 'Prophet Agency began cold feet and his chest was not moving anymore.

Her lips quivered as if to whisper something, Ali immediately put his ear. 'Uushiikum shalati bus, wa maa malakat aimanuku - guard and guard prayer weak people among you. " Outside the door there were cries shouted, friends embraced each other. Fatimah closed his hand on his face, and Ali returned his ear close to the Prophet who began bluish lips. 'Ummatii, ummatii, ummatiii? " - 'My people, my people, my people'

And, ending the precious human life which gave sinaran it. Now, it seems Could we love?
Cor sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim' alaihi
How his love for the Prophet to us.

NB:
Submit it to other Muslim friends to arise awareness to love Allah and His Messenger, as Allah and His messenger love us.

Because it really other than just a mere mortal. Amen ...

Have agitated when hated by humans because there are still many who loved you in the world but if gelisahlah hated God because nothing else is love Hereafter.


************ ********* ********* ********* ********* ** *****
************ ********* ********* ********* ********* ** *****
Life will become easier and more meaningful
When we consider that life is easy
and full of meaning
www.fauziamri. wordpress. com

Tuesday, 21 December 2010

Kyai besar kutek ku, Kyai besar dan tersohor

Kyai besar kutek ku, Kyai besar dan tersohor

siapa yang tak kenal beliau? kharismanya telah melekat dalam dirinya.

Kyai yang berarti dalam bahasa jawa biasa dignakan untuk gelar seorang yang dianggapnya alim dan bisa menjadi contoh. Kyai sering mengisi ceramah atau pengajian. kyai juga sering memimpin doa karena dianggap lebih makbul.

Kyai besar kutek ku, Kyai besar dan tersohor. Julukan kyai telah menempel pada dirimu. Beban berat telah engkau pikul. Karena engkau telah menjadi panutan wargamu maka ketika kau bertindak dan berucap hendaklah berhati hati. Kian banyak mata manusia awam dengan seksama memperhatikan tindak tanduk mu.

Telah lama pengajian rutin tiap akhad pagi bakda subuh dan akhad bakda magrib absen. Sudah kurang lebih 2 bulan lamanya. Sebulan pertama karena engkau ijin untuk menunaikan ibadah haji. sebulan terakhir kami tak tahu entah kenapa. Kami rindu petuah petuahmu Kyai kutek ku kyai besar dan tersohor.

Akupun jarang kian melihatmu sholat berjamaah dimasjid Agung mu yang besar dan megah. Owh, mungkin engkau sedang tiada dirumah, itu nalar positif kami pada saat itu. Hingga suatu ketika akupun memergoki engkau dengan lenggang asyik ngobrol bersama mandor bangunan yang sedang mengerjakan proyek pondok pesantren dilingkungan masjid dan tempat tinggal mu di kelurahan kukusan.

pada saat itu aku beristighfar. AstghfiruAllohaladzimm..... ampunilah hamba mu ya Alloh....

Mungkin beberapa kali engkau sholat berjamaah di masjid terkadang jadi imam dan terkadang engkau menjadi makmum. Pernah beberapa kali aku sholat berjamaah tak jauh dari mu. Aku pernah sholat di samping kiri mu, tapi apa yang kudapat saat itu membuat ku bingung, engkau tidak merapatkan shaft barisan sholat mu padahal itu adalah kesempurnaan sholat yang sejak dari SD aku memahaminya. Pernah juga suatu ketika aku berada di belakang mu, dan kebingungan ku terulang lagi. Aku secara tak sengaja melihat cara duduk tahiyatmu yang tidak benar. kesalahan yang Sangat mendasar sekali.

pada saat itu aku beristighfar. AstghfiruAllohaladzimm..... ampunilah hamba mu ya Alloh....

Sunday, 19 December 2010

Total Mind Learning (TML) Pursuit of Excellent in Education


Apa itu TML (Total Mind Learning)?
TML adalah suatu metode pembelajaran yang melibatkan seluruh potensi yang ada dalam otak.

jadi di dalam TML ini seluruh fungsi otak yang terdiri dari bagian otak sadar (conscious) dengan presentase 20% dan otak bawah sadar (Non conscious) dengan presentase yang jauh lebih dominan 80% dapat di optimalkan sehingga tingkat efektifitas fungsi otak kita dapat jauh lebih baik. Karena pada umumnya orang-orang hanya menggunakan dan memaksimalkan salah satu bagian otak yaitu otak sadar dalam kehidupan sehari-hari, baik itu dalam berpikir, memecahkan masalah (problem solving), menghafal, menganalisis, dan segala hal yang melibatkan fungsi otak. Padahal jika kita lihat presentase otak sadar itu hanya sekitar 20%, dan kebanyakan orang tidak atau belum memaksimalkan sebagian besar fungsi otaknya yaitu otak bawah sadar.

Cinta, Ungkapkan atau Dipendam Ya?

Suatu ketika ada seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata pada beliau, “Yaa Rasulullah sehsungguhnya aku mencintai si Fulan.”

“Apa kau sudah mengatakannya kepada Fulan?” Tanya beliau

“Belum.”

“Kalau begitu katakanlah pada Fulan.”

Lalu Fulan yang dimaksud pun datang, dengan serta merta sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut pun menghampirinya dan mngatakan “Uhibbuka (Aku mencintaimu).”

"Jadi, berdasarkan kisah tersebut mengatakan saling cinta sebenarnya itu di sunnahkan, karena kita adalah saudara yang terikat dengan tali keimanan. Karena kita beriman maka kita saudara, dan harus saling mencintai karena Allah. Jadi ucapkanlah Uhibbuka Fillah (Aku mencintaimu karena Allah) kepada saudara-saudara kita seiman." Ujar Akh Sani, pementor kami waktu aku duduk di kelas satu SMA.

Mungkin bila kisah tersebut kita terapkan sekarang, mengucapkan "aku cinta kamu" kepada sesama jenis komentar yang dilontarkan dari orang yang mendengarkan adalah, "Iiihh...!! HOMO!!".

Kisah tersebut pertama kali saya dapat dari seorang pementor Rohis sewaktu kegiatan mentoring di SMAN 12 Bandung. Akh Sani Ihsan Maulana, nama pementor tersebut. Seseorang yang pertama kali menjadi insipirasiku dan memototivasiku untuk mempelajari Islam lebih dalam. Kami, anak-anak DKM Rohis yang masih lugu dan polos lagi masih miskin ilmu pun besoknya langsung menerapkan ajaran tersbut, secara membabi buta kami pun mengucapkan "aku cinta kamu" kepada hampir semua teman-teman sekelas kami, tak terkecuali siswa PEREMPUAN pun jadi target kami, sehingga menimbulkan salah sangka bagi mereka yang tidak mengikuti kegiatan mentoring kemarin yang membahas tentang "aku cinta kamu". Tapi jangan salah sangka! Waktu itu kami (termasuk saya juga) benar-benar tidak menyimpan perasaan suka kepada beberapa atau seorang siswi tertentu, kami hanya mengamalkan yang kami pelajari kemarin, sayangnya hanya didasari semangat keislaman yang tinggi namun kurang dari segi pemahaman Ilmu.

Silahkan tertawa ala kadarnya atau sekedar tersenyum mendengar cerita tentang tingkah polah kami lima tahun yang lalu. Namun cerita itu menimbulkan suatu pertanyaan : Boleh ngga sih mengungkapkan perasaan suka atau perasaan cinta kita ke lain jenis?Bolehkah cewe bilang cinta ke cowo atau cowo bilang cinta ke cewe? Bagaimana Islam memandang persoalan ini? Adakah larangannya dalam Al-Qur'an dan Assunnah?

Yuk, kita bahas. Sampai saat ini saya sendiri belum menemukan dalil larangan khusus untuk larangan mengungkapkan perasaan cinta atau suka kepada lain jenis. Beberapa ustadz atau pemateri yang mengisi sebuah acara seperti ta'lim, talk show, atau tabligh akbar yang bertemakan cinta sering kali menyitir hadits berikut.

"Barang siapa yang jatuh cinta, lalu menyembunyikannya dan memelihara kesucian dirinya serta bersabar sampai dia meninggal dunia, maka dia adalah seorang yang mati syahid."

atau,

"Barang siapa yang jatuh cinta, lalu menyembunyikannnya dan menahan diri dengan penuh kesabaran, niscaya Allah akan memberikan ampunan baginya dan memuaskannya ke dalam surga."

dan hadits berikut,

"Barang siapa yang jatuh cinta, lalu menahan dirinya hingga meninggal dunia, maka dia syahid."

Dengan dalil-dalil tersebut para ustadz dan pemateri tersebut mengatakan, "Makanya kalo kamu-kamu lagi jatuh cinta ngga perlu deh bilang-bilang ato ngungkapin perasaan kamu, tahan aja. Kalo itu berhasil kamu lakuin terus bikin kamu meninggal, ganjarannya syahid bro! Langsung masuk surga alias shortcut to heaven!"
Dengan hadits-hadits tersebut maka mereka jadikan "larangan" atau setidaknya sebagai keutamaan untuk tidak mengungkapkan perasaan cinta, cukup dipendam saja, kalau dibawa sampai mati, matinya mati syahid.

Nah, tapi benarkah hadits ini bisa diterima? Berderajat hasan atau shahihkah? Mari kita lihat pendapat Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, seorang Ulama yang dikomentari oleh Al-Imam Burhanuddin Azzar'iy, "Di kolong langit ini tiada seorang pun yang lebih luas ilmunya daripada Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah". Tentang hadits-hadits tersebut. Ibnul Qayyim dalam kitabnya Thibbun Nabawi (Pengobatan Nabi) dalam Bab Petunjuk Rasulullah SAW untuk Mengatasi Penyakit Asmara berkomentar,

"Jangan tertipu oleh hadits palsu yang mengatasnamakan Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Suwaid bin Said, dari Ali bin Mushir, dari Abu Yahya Al-Qattat, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas, dari Nabi, diriwayatkan pula dari Aisyah dari Nabi. Diriwayatkan oleh Azzubair bin Bakr, dari Abdul Malik bin Abdul Aziz bin Majisyun, dari Abdul Aziz bin Hazim, dari Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas dari Nabi bahwa beliau bersabda, "Barang siapa jatuh cinta, lalu menjaga kesuciannya, lalu ia meninggal dunia, maka ia mati syahid." dan dalam riwayat lain disebutkan, "Barang siapa jatuh cinta (kasmaran), lalu ia menyembunyikan perasaannya, menjaga diri dan bersabar, akan Allah ampuni dosa-dosanya dan akan Allah masukkan ke dalam Surga-Nya."

Syahid adalah kedudukan tertinggi di sisi Allah, disejajarkan dengan kedudukan Shiddiqiin. Kedudukan ini harus dicapai dengan amalan dan kondisi tertentu yang merupakan syarat mutlak.Syahiid ada dua macam : syahid umum dan syahid khusus. Syahid khusus adalah syahid fi sabilillah. Syahid umum ada lima, disebutkan dalam sebuah hadits shahih, dan mati karena tertikam panah asmara tidak termasuk di dalamnya. Karena panah asmara bisa merupakan syirik terhadap Allah dalam cinta, merupakan hasil kealpaan terhadap Allah serta membiarkan hati, jiwa dan cinta menjadi milik selain Allah. Maka bagaimana mungkin ia termasuk kedudukan yang mendatangkan mati syahid?

Bahaya panah asmara terhadap hati melebihi sesuatu. Ia bahkan dapat disebut sebagai khamrnya rohani yang menyebabkan jiwa mabuk kepayang sehingga menghalanginya untuk berdzikir kepada Allah. Hati orang yang dirundung asmara akan menjadi hamba kekasihnya. Cinta kasih itulah yang mengoptimalkan rasa tunduk, kecintaan dan kepasrahan mendalam. Bagaimana mungkin ketundukan hati kepada selain Allah dapat membawa seseorang kepada kedudukan mulia di kalangan ahli Tauhiid, di kalangan pemuka dan orang istimewa di antara mereka." (Selesai kutipan dari Ibnul Qayyim)

Dalam kitab yang lain yang juga ditulis oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, berjudul Rawdhatul Muhibbin wa Nazhatul Musytaqiin (Taman Orang-orang yang Jatuh Cinta dan Rekreasi Orang-orang yang Dimabuk Rindu) beliau berkomentar tentang hadits tersebut dengan senada, hadits-hadits tersebut bukan dari Rasulullah SAW.

Saya pun tak habis pikir kalau hadits-hadits tersebut bisa diterima alias berderajat Hasan atau Shahih. Saya punya tiga alasan logis mengapa berkata seperti itu:

Pertama, seandainya hadits tersebut bisa diterima saya punya cara yang singkat supaya bisa dapat gelar Asy-Syahid, alias Shortcut to Heaven!! Gak perlu repot-repot pergi ke Palestina, Iraq, atau Afghanistan lalu bergabung bersama Mujahidin di sana untuk perang terus kamu ketembak atau kena bom lalu mati syahid. Ngga perlu, bikin capek aja. Gini caranya, Umbar pandangan ke akhwat atau cewe yang paling cantik di kampusmu, jangan yang jelek atau standar. Lihat terus dengan seksama wajahnya yang cantik dan menggiurkan, biarkan terus jangan bergeming! Tatap terus, terus, dan terus, abaikan stimulus dari luar. Hati-hati jangan sampe ngiler! Kalo ngiler nanti wibawamu jatuh di depan gadis pujaanmu! Kalau ternyata sikapmu yang sedang mengumbar pandangan itu kepergok gadis pujaanmu yang sedang kamu pelongin itu, biarkan saja, balas dia dengan kedipan mata yang genit. Jangan pedulikan larangan Allah dalam Surah Annur ayat 30-31 tentang kewajiban menundukkan pandangan atau hadits Nabi tentang larangan pada pandangan yang kedua. Ngga apa-apa dosa dikit, nanti juga ditebus dengan matinya kamu sebagai syahid. Lalu kamu biarkan bibit-bibit cinta tumbuh di hatimu, tumbuh menjadi bunga cinta yang indah dan mengakar kuat di hatimu, biarkan pikiranmu melayang dan merasakan dalamnya cinta itu. Nah, setelah kamu jatuh cinta pada pandangan yang pertama dan kelamaan memandang tersebut, bayangkan si doi dimanapun berada, kalau bisa ingat-ingat doi di setiap waktu dan tempat, waktu mau makan, tidur, masuk WC. Setelah tubuhmu bergejolak tidak keruan gara gara cinta itu, karena hormon-hormon dalam tubuhmu bersekresi tidak seimbang dan tidak teratur, maka jadilah kamu sakit sampai menjelang sakaratul maut. Tapi ingat! tetap jangan ungkapkan perasaanmu ke si doi, Jangan bilang "Uhibbuki", "I Love U", atau "aku cinta kamu", sembunyikan dan tahan perasaan itu. Kalau ngga, nantinya malah ngga mati syahid. Biarkan dirimu sekarat gara-gara cinta itu sampai Malaikat maut menjemputmu. Selamat! ketika jantung tak lagi berdetak dan gelombang otak sudah tidak berfrekuensi lagi, tubuhmu tak perlu lagi dimandikan, langsung dikuburkan saja, karena kamu telah "SYAHID"! Itupun kalau hadits-hadits tersebut berderajat shahih atau paling tidak hasan.

Kedua, bila hadits-hadits tersebut diterima, maka akan menghapuskan keutamaan menikah yang merupakan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, bahkan beliaupun membenci orang yang tidak mau menikah dan menganggap bukan ummatnya bila tidak suka dengan Sunnahnya. Nikah merupakan anjuran bagi Ummat Islam, karena untuk melanjutkan keturunan, karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam akan berbangga dengan ummatnya yang banyak jumlahnya di hari akhir nanti. Nikah bahkan merupakan Nishfuddiin (Setengah dari agama) dan setengahnya lagi ada dalam ketaqwaan kepada Allah Azza wa Jalla. Maka keutamaan-keutamaan tersebut akan hilang dibenak seseorang yang telah jatuh cinta dan mestinya melanjutkan ke tahap akad nikah. Dia akan berpikir, "Buat apa nikah? mending saya pendam saja perasaan cinta ini dan saya akan sabar dengan perasaan ini. Kemudian saya sembunyikan perasaan ini dan saya bawa perasaan ini sampai mati, biar saya mati syahid. Ini namanya Shortcut to Heaven. Gitu aja kok repot? (Sambil meniru gaya bicaranya Gus Pur)"

Ketiga, Jika hadits ini Shahih atau Hasan maka bakal ada berapa banyak orang yang jadi pengangguran, lalai dan enggan melakukan aktivitas karena menikmati tikaman panah asmara dan menunggunya sampai dia sekarat dan "mati syahid". Seandainya di suatu kota atau perkampungan masyarakatnya banyak yang berpikir untuk mengambil jalan Shortcut to Heaven seperti yang saya sebutkan pada poin pertama maka bisa jadi aktivitas kota atau perkampungan tersebut akan mati, jalan-jalan akan sepi, pasar-pasar pun akan sepi, mall-mall megah pun tak kalah sepinya, ketika malam tiba lampu-lampu tak kunjung menyala kecuali lampu kamar-kamr mereka yang sedang menikmati tikaman panah asmara. Karena semuanya sedang menderita karena terkena panah asmara dan menunggu untuk "syahid". Tak ada keutamaan lagi dan tak ada alasan lagi untuk melakukan Da'wah dan Jihad, karena sudah punya cara untuk langsung masuk syurga dengan menikmati tikaman panah asmara yang mengantarkannya kepada "mati syahid". Jadi untuk mati syahid tidak perlu dengan amalan-amalan yang berat seperti Jihad atau Da'wah atau yang lainnya, cukup dengan menghujamkan panah asmara ke diri sendiri lalu menunggu sampai dia terkena penyakit TBC (Tekanan Batin Cinta) yang membuat dia sekarat lalu "mati syahid".

Nah, apakah sudah terjawab pertanyaan : Boleh ngga sih mengungkapkan perasaan suka atau perasaan cinta kita ke lain jenis? Bila kita mendasarinya pada hadits hadits palsu dan dha'if yang sudah dipaparkan di atas maka tak ada larangannya untuk mengungkapkan perasaan kita pada lain jenis. Kisah Ali ibn Abi Thalib ra. dan Fathimah putri Rasulullah SAW yang baru mengungkapkan perasaan cintanya pada saat setelah menikah sebenarnya tidak bisa dijadikan dalil larangan mengungkapkan cinta sebelum nikah, karena dalam kisah tersebut tidak ada fi'il amr (kata kerja perintah) atau fi'il nahyi (kata kerja larangan) untuk memerintahkan memendam perasaan cinta atau larangan mengungkapkan perasaan cinta. Jadi, setelah saya telusuri, sampai saat ini saya belum menemukan dalil-dalil yang melarang untuk mengungkapkan perasaan cinta atau perintah memendam perasaan cinta. Artinya belum tentu orang yang mengungkapkan perasaan cinta kepada lain jenis walapun bukan mahramnya (misalnya kekasihnya) adalah perbuatan fasiq.

Weits!! Tunggu dulu!! Jangan dulu beranjak!! Mentang-mentang tak ada larangannya jangan dulu buru-buru pergi menghampiri si doi sambil ngasih bunga plus cokelat yang dibungkus dengan kado berbentuk hati berwarna pink disertai dengan tulisan "I Love U" sambil berlutut di hadapan si doi! Jangan mentang-mentang udah belajar di Ma'had Al-Imaraat padahal baru level Tamhidi (persiapan) buru-buru ngambil HP terus dengan sok-sokan ngirim SMS pake Bahasa Arab ke si doi "Uhibbuki Jiddan (Aku sangat mencintaimu)"! Atau tiba-tiba pas lagi baca tulisan ini si doi lewat di hadapan kamu, terus dengan spontan kamu menjilati telapak tanganmu lalu memoles rambutmu yang acak-acakan dengan telapak tanganmu berlumur air liur tersebut biar keliatan ganteng, kemudian menghampirinya dan bilang "Sebenarnya sudah lama aku mencintaimu."

Sabar, masih ada pertimbangan lain. Pertimbangan maslahat dan madharat. Artinya, ketika kita mengungkapkan perasaan cinta kita kepada seseorang yang kita cintai apakah kita juga memikirkan efek jangka panjangnya. Menghujamnya perasaan cinta yang mendaalam kemudian menimbulkan efek "khamr hati" yang kemudian membuat kita lalai dzikr kepada Allah, bahkan syirik mahabbah (cinta), faktornya bukan hanya dari mata. Memang kata Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya Rawdhatul Muhibbin wa Nazhatul Musytaqiin salah satu faktornya memang dari mata jelalatan yang sering mengumbar pandangan, sehingga jadilah penyakit hati yang akut, bagaikan karat yang sangat tebal menutup cermin hati kita sehingga karatnya susah minta ampun dibersihkannya, larangan mengumbar pandangan jelas tertulis dalam Al-Qur'an surah Annur (24) ayat 30,

"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya..."

Kemudian di ayat 31,

"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya..."

Begitu juga bila perasaan cinta itu diungkapkan, apalagi kalau cintanya gayung bersambut, akan memperkuat dan memperdalam rasa cinta kita pada sang kekasih, efeknya tidak jauh beda dengan ketika kita mengumbar pandangan. Kalaulah hanya bertepuk sebelah tangan efeknya pun bisa jadi tidak jauh beda, justru bisa jadi malah tambah semangat untuk mengejar sang kekasih agar mau menerima cintanya, usaha yang dilakukan pun tidak tanggung-tanggung, yang pada ujungnya melalaikannya untuk mencintai Allah.

Mengungkapkan perasaan cinta kepada lain jenis yang belum menjadi mahramnya adalah kesempatan besar untuk men-tarbiyah (mendidik) dan menumbuh suburkan perasaan cinta kepada selain Allah. Bahkan efek "khamr hati" bisa jadi lebih berbahaya dari khamr yang asli. Bahkan tak jarang menjurus kepada syirik mahabbah (cinta), simak firman Allah,

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. (QS. Al-Baqarah : 165)

Cinta merupakan salah satu unsur ibadah kepada Allah, bahkan merupakan inti dari ibadah. Apa jadinya bila cinta yang merupakan unsur ibadah dibelokkan kepada selain Allah. Benda-benda yang bisa menjadi stimulus untuk selalu mengingat sang kekasih, SMS-SMS darinya yang enggan dan sulit untuk dihapus karena perasaan cinta yang masih menyelimuti hati, lama-lama akan menghujam kuat dan menjadi karat hati yang amat sulit dibersihkan. Bahkan dokter sekalipun kebanyakan angkat tangan untuk menyembuhkan penyakit kasmaran. Jatuh Cinta akan membuat kita jatuh ke dalam cinta yang tidak berkah, terupurk di dalamnya, terhina karenanya, membuat kita benar-benar jatuh. Membuat kita enggan bangkit dari tempat tidur karena menikmati khayalan indahnya bisa bersama dirinya, membuat kita menangis sia-sia karena merasa kehilangan dia. Menahan perasaan cinta lebih baik daripada mengunkapkannya, mengungkapkan perasaan cinta ibaratnya sebuah pemantik api yang akan membakar api asmara yang sulit dipadamkan. Jadi pertimbangkan juga dari segi maslahat dan madharatnya. Menahan untuk mengungkapakan perasaan cinta lebih maslahat bila belum siap untuk menikah, mengungkapkan perasaan cinta bahkan hampir tidak ada maslahatnya, justru madharatnya lebih besar. Bila kita bisa berpikir jernih dan memikirkan efek jangka panjang bisa kita dapati bahwa mengungkapkan perasaan cinta bila belum siap untuk menikah akan menimbulkan madharat, madharatnya yang paling kecil adalah lalai dari mengingat kepada Allah, madharat paling parah bisa menimbulkan syirik dalam hati karena mencintai selain kepada Allah seperti mencintai Allah, bahkan bisa lebih. Lain halnya bila sudah menikah, karena telah dibingkai dalam bingkai syari'ah, bahkan terdapat banyak keutamaan dibandingkan ketika membujang. Melakukan Jima' yang asalanya berzina bila dilakukan sebelum menikah maka setelah menikah justru mendapatkan pahala. Berpegengan tangan yang awalanya "lebih baik dicerca dengan besi yang panas yang menyala" ketika sudah menikah maka menjadi penggugur dosa.

Sekali lagi : Boleh ngga sih mengungkapkan perasaan suka atau perasaan cinta kita ke lain jenis? Walau secara tegas dan khusus belum ditemukan larangannya dan keutamaannya dalam Al-Qur'an dan Assunnah, namun di sisi lain kita harus mempertimbangkan dari segi maslahat dan madharatnya. Saya yakin, Anda-anda yang membaca tulisan ini bisa memikirkannya dengan hati yang jernih dan dengan akal yang sehat.

Q: Cinta, diungkapkan atau dipendam ya? A: cari mana yang lebih maslahat dan mana yang madharatnya kecil.

Bandung, 21 Januari 2009 M / 24 Muharram 1430 H

Riihul Ghariib.

Tags: al-'uluum
Prev: Mereka yang Bertaqiyyah
Next: Facts About Me (Episode I : Rawdhatul Athfal)
reply share

Renungan Hadist Anjuran Menghindari Perdebatan

Rosuluallah saw bersabda, " Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam keadaan bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaknya. (HR. Abu Daud)

pelajaran yang dapat kita ambil faedahnya dari hadist diatas:

1. Hindarilah berdebat
Berdebat sering kali memicu perpecahan. Karena dengan berdebat maka akan terjadi perselisihan pendapat baik dalam ucapan, bahasa tubuh hingga akhirnya berujung pada perpecahan dan permusuhan.

Berdebat akan membuang waktu dan pikiran dengan percuma. Karena setiap manusia memiliki hak untuk berpendapat yang pasti belum tentu sama maka sia sialah usaha kita untuk berusaha memaksakan kehendak ego dengan berdebat.

Berdebat bisa membuat sesuatu yang benar menjadi salah dan sesuatu yang salah menjadi benar. Karena yang menjadi pemenang dalam debat adalah mereka yang mampu memutar balikkan kata- kata, bukti, bahasa sehingga suatu yang salah seakan bisa jadi benar. Sedangkan yang namanya kebenaran itu tidak perlu untuk diperdebatkan karena tidak akan berubah kedudukan kebenaran dimata Alloh secerdik apapun kita mengelak, karena semua yang perbuat akan kau pertanggung jawabkan kelak di hari pembalasan. Sungguh berbahaya saudara... betullll (gaya megy Z, eh salah maksudnya ustd. Zainudin MZ)

pertanyaan2
P:nah lantas bagaimana ?
A:hindari perdebatan saudaraku,... apakah kamu menolak janji Rosul mu?
P:tentu saja tidak saudaraku, lantas bagaimana kita mengutarakan kebenaran?
A:sangat wajib hukumnya mengatakan kebenaran walapun itu pahit. namun tidak ada ajaran untuk memaksakan kehendak kepada orang lain, kewajiban kita hanya menyampaikan saja saudaraku.
P:lalu ketika kita rapat dalam memutuskan kebijakan pasti akan terjadi ketegangan dan debat, bagaimana menghindari hal tersebut?
A: dalam memutuskan kebijakan secara bersama Islam mengajarkan untuk musyawarah mencapai mufakat. musyawarah yang berarti berpikir bersama, berdiskusi, menyampaikan pendapat untuk mengambil keputusan bersama. dan mufakat adalah kesepakatan bersama yang harus diterima oleh semua pihak untuk bertanggung jawab terhadap keputusan yang telah diambil. bila terjadi ketegangan dan debat maka musyawarah ditunda untuk sementara dan di tutup yang akan dilanjutkan di kemudian hari. karena salah satu syarat musyawarah adalah peserta dalam kondisi sehat akal ( tidak gila), sedangkan jika ada peserta yang tegang dan debat itu merupakan peserta yang dalam keadaan tidak sehat akal maka musyawarah dihentikan keadaan tenang kembali.

2. Jangan berdusta walau cuma iseng atau bercanda
Dusta atau bohong dapat merugikan orang lain yang mempercayai perkataanya dan orang lain yang dibicarakan. Dusta akan menimbulkan fitnah. fitnah akan menimbulkan permusuhan dan perpecahan. karena fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.

3. Menjadi manusia yang berakhlak mulia
Jadikanlah Al quran dan Hadist sebagai pedoman dalam berperilaku InsyAlloh kau akan menjadi pribadi yang berakhlak mulia. Dan manusia yang paling baik akhlaknya adalah Rosul Muhammad SAW. maka hendaklah kita teladani ucapan, perilaku dan perbuatan beliau. Dan tidakkah kau tau bahwa Muhammad SAW dikenal sebagai Al quran yang berjalan.

Thursday, 21 October 2010

bit of the article


Fasting TIPS FOR ACTIVISTS

Jurisprudence fasting
Shaum or fasting in language meaningful al-Imsak or refrain from something like a refrain from eating or speaking. Shaum meaning as used in this paragraph to the 26 letters of Mary. "So eat and drink ye, O Mary, and tenangkanlah your heart, and if you meet someone, then let's say I was fasting and did not want to talk to anyone."
While the term, shaum is withholding from the two road lust, mouth and genitalia, and other things that can cancel the reward of fasting from dawn until sunset.
The virtues of Ramadan Month
From Ibn Mas'ud, the Prophet. said, "princes month is Ramadan and princes day is Friday." (Thabrani)
Messenger of Allah. said, "If only people knew what was there during Ramadan, Ramadan was surely their hope for a year." (Thabrani, Ibn Khuzaymah, and Bayhaqi)
From Abu Hurairah r.a., the Messenger of Allah. said, "If the coming fasting month, opened the doors of heaven and closed the gates of hell." (Bukhari and Muslim)
Messenger of Allah. also said, "If the first night of Ramadan comes, the devils and jinn kafir will be handcuffed. All the doors of Hell are closed so that no one had an open door, and opened the gates of heaven so that no one else is closed. Then terdengara voice call, "O seeker of goodness, come! O seeker of evil, subtract. On that night there were people who were released from hell. And so it happened on every night. "(Tirmidhi and Ibn Majah)The virtues of Ramadan Fasting
From Abu Hurairah, the Messenger of Allah. said, "Whoever fasted in Ramadan because of faith and full of hope, his sins will be forgiven the past. And whoever prays at night fasting month, his sins will be forgiven the past. "(Bukhari and Muslim)
Fasting time
Fasting starts since the entry shadiq (Fajr time) until sunset (Maghrib prayer time entry). God explains in the Qur'an by the term white thread from a black thread.
Breaking Fasting Prayer
If breaking the fast, Rasullullah PBUH. read, "cor shumtu laka wa 'ala rizqika afthartu." That is, O God, I fasted for you and provide you with the sustenance that we break the fast. And the Messenger of Allah. breaking the fast with dates. If not there, just with water.
In-Sunnah Sunnah Fasting
Before fasting, bathing disunnahkan of junub, menstruating, and childbirth. For people who are fasting, disunnahkan slow and hasten Iftar meal. Pray before breaking.
For practice and the reward of fasting is not broken do not fall, people who fasted disunnahkan keep limbs from sin, to leave the chat that is not useful, leave the matter doubtful and arousing lust.
Disunnahkan reproduce Quran recitations, feeding the fasting person to break the fast, and multiply the charity. In ten days, highly recommended beri'tikaf.
Allowed Not Fasting
1. People who are traveling (on the way). But, there are scholars who give the terms. A person should not fast in Ramadan and replace it in another month, if safarnya taking more than 89 km and safarnya not to sin and of his journey began before dawn. But Imam Hanbali allow breaking, although safarnya begins at noon. The reason is because traveling permissibility breaking contain masyaqqah (distress). If someone is traveling to take rukshah this, he must replace his fast on another day some days he is not fasting.
2. People who are sick. Pain that fall into this category is the pain that can hamper the continuity of fasting and the impact on the physical safety if he was still fasting. To decide and judge, required second opinion. If a person does not fast because of illness, he shall replace the fast left behind in another month when he was healthy.
3. Pregnant women and nursing mothers. Pregnant women or nursing mothers may not fast, but should replace the other day. If he's not fast for fear of the condition itself, it is only obliged to pay qadha 'alone. But if he feared for the safety of the fetus or baby, then must pay qadha 'and fidyah form once to feed one poor person. This is diqiyaskan with the sick and elderly parents.
4. People who are elderly. People who are elderly and no longer capable of fasting is not obligatory fasting, but must pay fidyah by feeding a poor man who left behind as many days.
5. People who experience fatigue and excessive thirst. If the condition is feared to disrupt the salvation of soul and intellect, it must be breaking and making up those '.
6. People who are forced (ikrah) did not fast. People like this may break, but must mengqadha '.
Problems About Fasting
1. For the fasting of Ramadan, must set out the intention to fast before dawn.
2. As fast a man can kiss his wife, with the requirement to withhold does not stimulate appetite and lust.
3. People who postpone big bath (impure) after dawn or after entering the dawn of time, his fast remains valid. Likewise with people who fast and get wet dream during the day, his fast remains valid.
4. Prohibited conjugal intercourse during the day when fasting. Punishment for those who had intercourse in the daytime during Ramadan is the freeing of slaves. If not able to liberate the slave, husband and wife were sentenced to full secaara fast two months in a row. If not able too, they are condemned to feed 60 poor people to eat. If his actions repeated on another day, then his punishment doubled. Unless, of repetition performed on the same day.
5. People who forgot that he was fasting then eating and drinking, then his fast remains valid. After the recall, he should continue his fast until the time to break in the day.
6. Only deliberate vomiting which nullifies the fast. There are three cases that do not break the fast: cupping, vomiting (which was not intentional), and dreaming (ihtilam). Brush your teeth or clean their teeth with syiwak allowed. This is usually done by the Prophet. But, there are scholars who memakruhkan brushing teeth with toothpaste after the sun leaning to the West.
7. The person who owes fasts previous year, must be paid before entering the Ramadan which will run. If not yet fulfilled, to be paid after Ramadan this year. But, there are scholars have argued, in addition to diqadha 'is also required to feed the poor.
8. The scholars agreed that the person who died and had a debt of fasting that have not been fulfilled not because of negligence but caused no shar'i excuse such as illness or traveler, no making up those who had borne his heirs. But if there is negligence, there are some scholars require making up those of his heirs and others say no.
9. For those who work with physically and categorized as heavy-metal smelter workers, miners, carpenters trial, or others-if fasting causes kemudharatan against their souls, should not fast. But, must mengqadha '. Jumhur scholars require people who like this required him to dawn and intend fasting, and fasted on that day. If not able, just may break the fast. Breaking become mandatory, if certain conditions that would lead to lack sanggupan kemudharata

Monday, 22 March 2010

express your affection to the parent (mother n father

amit lo gan, do not ever say thank you the same affection or parents?
just want to ask ya the same agan agan, the honest answer yaa ..

yes we're often talking affection or love with a boyfriend, but never guns the same way parents love?

gini aja deh example, such a child talking to his parents

"Sir, thank ya bu ..'ve given birth, caring for and guiding me to this day I grow a mature person. I love you guys very same."

hayooo .. quote the words of the above does look easy to create a pronounced, but honestly yaa .. agan agan guns ever so rich in the same way a parent? it actually say the word that we must make parents tablets, as a sign of thanks for giving birth and caring for us.

gan honest, I own so rich blom ever talk to the parents. family because gw emang ga ga and usual way ever so rich. can be said is still stiff deh, but one family.

nah honest now yaa .. gan guns ever say thank you the same affection or parents? hayo an honest answer!

Monday, 7 September 2009

START CHANGED

CHANGES ARE SOMETHING THAT WE WILL HAPPEN, BUT EVERY MAN HAVE A DIFFERENT POTENTIALS AND OPPORTUNITIES IN THE EVENT OF CHANGES. THE DIFFERENCE IS OFTEN CAUSED BY OWN KEINGINANYA to CHANGED.
ABILITY TO CHANGE SOMEONE multiply by its owner begins with CAPITAL AND RELIABLE SOURCES THAT WE WILL BE A BASIC GUIDE to CHANGED. WHAT IS THAT?? AL-QURAN AND AL-Hadith.
AS MUSLIMS HAVE AN GW role model named Muhammad SAW. He is a GW SUBJECTS FOR CHANGED.
He GW DIKARENKAN GREAT REASONS IN THE LIFE OF RELIGIOUS, SOCIAL, POLITICAL, AND OTHER STRATEGIES BERBGAI IN IMPROVING QUALITY OF LIFE.
Kesimpulanya SOURCE for QUALITY CHANGES ARE GETTING ISLAM.
GW UDA MERASAKANYA Brow. DAHSYAT.



REALLY STUPID PEOPLE KESALAHANYA YG repeat, BUT THERE'S NO MORE HOT OORANG FROM WHICH ALWAYS BETTER TO BE TRIED to.

Thursday, 3 September 2009

HACKING: Mari Kita belajar "hacking"

Ada banyak cara untuk mengakali koneksi internet yang lambat, apalagi Anda menggunakan akses internet di warnet-warnet yang kebanyakan mereka telah membatasi bandwidth setiap komputernya. Berikut adalah beberapa tips dan trik yang bisa Anda .... Perluas Wawasan Anda Dengan Informasi, dengan menguasai Informasi maka Anda pun akan Menguasai Dunia.. 4.2.09. RAHASIA MENGHACKING MESIN ATM SECARA LEGAL AGAR BISA SEDOT UANG ATM TANPA MENGURANGI SALDO REKENING KITA TERUNGKAP!




winwashere.blogspot.com

Wednesday, 2 September 2009

Announcing "Home Wealth University"

I told you about a new launch...now we have a name

Please take a look NOW and start getting excited!

http://getresponse.com/click.html?x=a62b&lc=rbLH&mc=m&s=gqYM&y=I&

You not gonna believe me how many top leaders I have lined
up here.

do you want to make money online using a proven strategy?

Mungkin anda telah mendengar banyak orang mengatakan bagaimana
mereka menghasilkan uang secara online. Bukan dari satu orang,
tetapi banyak orang.

Anda juga mungkin ingin belajar bagaimana menghasilkan uang
secara online tetapi tidak tahu harus belajar dari siapa.
Fabian Lim datang kembali ke Indonesia untuk memberitahukan
kepada anda Strategi terbukti yang telah diajarkan Fabian ke
Ribuan orang dan telah menghasilkan kisah sukses dari orang
biasa
yang sebelumnya tidak pernah mengenal internet hingga
menghasilkan ribuan dollar dari komputer mereka.

Beliau juga ingin anda belajar sebuah sistem yang telah
terbukti.

lihat lebih detail di
http://www.dahsyat.com/ris